jump to navigation

Ekohidrologi Juli 13, 2004

Posted by juniawan priyono in Lingkungan.
add a comment

Ekohidrologi adalah suatu konsep baru di dalam pemecahan masalah lingkungan yang didasarkan usulan bahwa pengembangan sumberdaya air yang berdaya dukung bergantung pada kemampuan untuk memelihara secara evolusioner proses sirkulasi air dan energi serta aliran energi yang sudah mapan dalam lingkup basin. Hal ini tergantung pada suatu pemahaman yang mendalam atas proses-proses yang terjadi secara keseluruhan, yang mempunyai sifat dua dimensi.

Dimensi yang pertama bersifat sementara: memutar bingkai waktu masa lalu, kondisi paleohidrologis saat ini dengan mempertimbangkan masa mendatang, skenario perubahan global. Dimensi yang kedua adalah keruangan: pemahaman peran dinamis biota perairan dan daratan dalam skala molekuler hingga skala basin. Kedua dimensi tersebut bertindak sebagai suatu sistem acuan untuk peningkatan kemampuan sangga ekosistem terhadap pengaruh manusia dengan penggunaan kekayaan ekosistem sebagai piranti mana-jemen. Pada gilirannya nanti, tergantung pada pengembangan, penyebaran, dan pelaksanaan prinsip dan pengetahuan yang interdisipliner; berdasar pada kemajuan ilmu lingkungan terkini (Zalewski et al, 1997).

Konsep ekohidrologi didasarkan pada tiga prinsip, yaitu:

 

  1. Pengintegrasian kerangka pemikiran daerah tangkapan dan biotanya ke dalam organisme super (superorganism) Platonian secara utuh. Hal ini mencakup beberapa aspek: (i) SKALA – siklus peredaran air pada skala meso di dalam suatu basin (perpaduan ekosistem daratan/perairan) menyediakan suatu wadah bagi kuantifikasi proses ekologis; (ii) DINAMIKA – air dan temperatur telah menjadi daya penggerak untuk ekosistem daratan dan air tawar; dan (iii) HIRARKI FAKTOR – selagi proses abiotik dominan (misalnya proses hidrologis), interaksi faktor biotik bolehjadi menjelma kembali pada saat kondisi dalam keadaan stabil dan dapat diprediksi (Zalewski and Naiman, 1985).
  2. Target untuk memahami perubahan evolusioner yang tidak bisa dipungkiri oleh organisme super yang resisten terhadap tekanan. Aspek ekohidrologi ini menyatakan pendekatan proaktif secara rasional terhadap manajemen sumberdaya air tawar yang berkelanjutan. Ini berasumsi bahwa tidaklah cukup melindungi ekosistem secara sederhana, tetapi dalam menghadapi peningkatan perubahan global yang diwujudkan dalam peningkatan populasi, konsumsi energi dan materi, serta aspirasi manusia; dibutuhkan usaha untuk meningkatkan kapasitas ekosistem dalam menyerap dampak yang diakibatkan oleh manusia.
  3. Metodologi; Pemanfaatan kekayaan ekosistem sebagai piranti manajemen dengan penggunaan biota untuk mengontrol proses hidrologis dan sebaliknya dengan penggunaan ilmu hidrologi untuk mengatur biota. Potensi besar dari pengetahuan yang dihasilkan oleh rancangbangun ekologis yang berkembang secara dinamis, secara serius akan mempercepat implementasi konsep di atas (Mitsh, 1993; Jorgensen, 1996).